“Audiences and advocacy to the government, companies, and the private sector who care about people living with HIV who have skills”.
Latar Belakang
Petemuan ini merupakan bentuk pertemuan Audiensi dan advokasi dengan
menghadirkan lembaga pemerintah, perusahaan, dan sektor swasta untuk turut peduli
terhadap ODHIV yang telah memiliki keterampilan maupun usaha kecil agar mereka
dapat mandiri dan berdaya guna tanpa ada stigma dan diskriminasi. Pertemuan yang
diselenggarakan Kamis, 12 Januari 2023 di Hotel Luwansa Palangkaraya ini lebih menekankan
tindaklanjut dari pertemuan stakeholders sebelumnya, mengharapkan ada perubahan
atau tindakan langsung dalam upaya membantu Orang dengan HIV melalui Kelompok
Dukunga Sebaya (KDS) di komunitas ODHIV. Dari jumlah peserta yang hadir
sebanyak 25 orang dari berbagai instansi pemerintah, pihak Bank maupuin lembaga
swasta selaku pengambil kebijakan (maupun perwakilan), hadir juga para pelaku usaha yang telah maju untuk turut membantu dan
berkolaborasi bersama serta saling mendorong sebagai pelaku usaha tanpa ada
stigma dan diskriminasi.
Tujuan Pertemuan
- Adanya peran nyata dari stakeholder pengambil kebijakan untuk turut membantu para penyitas HIV dalam mendapatkan hak pekerjaan, membangun usaha tanpa ada stigma dan diskriminasi.
- Para Stakeholder dan pengambil kebijakan membantu memfasilitasi pengembangan usaha kelompok maupun memfasilitasi tenaga kerja yang memiliki keterampilan kerja.
Hasil pertemuan
- Beberapa dari pemerintah seperti Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, maupun Dinas Perindustrian dan perdagangan akan membantu memfasilitasi dan mencoba membantu keterbatasan ODHIV untuk berwirausaha.
- Adanya peluang yang diberikan pemerintah melalui program bantuan pada kelompok penyitas dari dinas social, adanya pelatihan Vokasi dari Dinas tenaga kerja, serta adanya bantuan dalam membuat Brand usaha melalui Dinas Perindustrian dan perdagangan.
- Melalui para Pelaku Usaha yang mapan, akan dibantu dan difasilitasi pelatihan seperti menjadi Barista dan pembuatan aneka Snack makanan cemilan.
0 komentar:
Post a Comment