Sehubungan dengan semakin maraknya penularan HIV dan AIDS di kota Palangka Raya, perlu adanya koordinasi dan komunikasi antar tersebut. Selain itu perlu disatukan visi dan misi soal penganggaran di instansi/ Lembaga. Pertemuan ini di pimpin langsung oleh Sekretaris KPA Ibu. Susi Idawati Hasbi.
Ketua Yayasan Harapan Taheta
Dedy Baboe, M.Kes
Pembina Yayasan Harapan Taheta
Drs. Mirhan M.Pd
Selalu ada harapan
Hiduplah dengan penuh harapan, karena dengan harapan lah manusia menjadi berarti. Tahun boleh berganti, ketidakpastian selalu membayangi, tapi yakinlah akan ada harapan untuk hidup yang lebih baik.
Bawi Hadohop
Perempuan saling tolong menolong
Wednesday, 25 October 2023
PERTEMUAN KEMITRAAN
Sehubungan dengan semakin maraknya penularan HIV dan AIDS di kota Palangka Raya, perlu adanya koordinasi dan komunikasi antar tersebut. Selain itu perlu disatukan visi dan misi soal penganggaran di instansi/ Lembaga. Pertemuan ini di pimpin langsung oleh Sekretaris KPA Ibu. Susi Idawati Hasbi.
Monday, 16 October 2023
Sosialisasi Dan Edukasi Peran Satuan Tugas Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Terhadap Resiliensi Mahasiswa Korban Kekerasan Seksual
Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual di Kalangan mahasiswa Universitas Palangkaraya, Jumat 13 Oktober 2023 Di Gedung PPIG Universitas Palangkaraya, Kalteng
Universitas Palangkaraya (UPR) melalui Satuan Tugas Pencegahan Dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) berdasarkan instruksi sebagaimana di atur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI nomor 30 tahun 2021 mengadakan Sosialisasi dan edukasi Pecegahan dan Penanganan Kekerasan Sesual bagi mahasiswwa di lingkungan Universitas. Kegiatan ini didukung juga dari Mitra PPKS UPR, Yayasan Harapan Taheta dan PKBI Kota Palangkaraya. Sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa, pendidik/Dosen, serta tenaga kependidikan. PKBI Kota Palangkaraya juga melakukan pemeriksaan cek Kesehatan gratis (HIV/AIDS) kepada seluruh mahasiwa yang hadir.
Adapun pada sosialisasi tersebut sebagai Narsumber yaitu dari Ketua Satgas PPKS UPR yaitu Dr. Kiki Kristianto S.H., M.H dan terlibat juga dari Yayasan Harapan Taheta yaitu Dedy SKM.,M.Kes sekaligus sebagai Ketua Yayasan. Adapun topik yang dibawakan yaitu “Perlindungan Darurat Kekerasan seksual dan Risiko Penyakit Menular Seksual di Kalangan Mahasiswa”. Indonesia tengah berpotensi berada pada situasi darurat kekerasan seksual. Catatan kelam terjadinya kekerasan seksual informasi dari Komnas Perempuan bahwa kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP) pada tahun 2019 berjumlah 431.471. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya (2018) yaitu 406.178 dan tahun 2017 yaitu 348.446 kasus. Disimpulkan ada terjadi kenaikan kurang lebih 6% kasus kekerasan. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat pada tahun 2021 saja terdapat 10.247 kasus kekerasan BARU yang dialami perempuan. Dari jumlah tersebut, 15,2% kasus melibatkan kekerasan seksual Kekerasan dalam RT/ Ranah Publik (KDRT/RP) kekerasan yang paling menonjol adalah kekerasan fisik 43%, menempati peringkat Pertama, kekerasan seksual 25%) dan Kekerasan Psikis 19%. Dalam Materi Beliau menegaskan bahwa:
- Beranikan diri anda untuk Speak Up jika mendapatkan perilaku/pelecehan seksual dari orang, teman, bahkan keluarga terdekat anda.
- Semua orang berhak atas orientasi seksual yang dimiliki, tetapi Utamakan berperilaku seks yang sehat (gunakan kondom, setia pasangan) sesuai norma dan aturan yang ada di Indonesia.
- Stop stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, ODHA bukan penyakit yang bisa menular dengan mudah, ODHA juga bisa Produktif, Berkeluarga seperti orang pada umumnya tanpa menularkan kepada orang lain maupun keluarganya.
Tuesday, 26 September 2023
Provincial Peer Support Group Meeting (beneficiaries at Province) IU – Yayasan Pontianak Plus
Provincial Peer Support Group Meeting (beneficiaries at Province) IU – Yayasan Pontianak Plus, Jumat s.d Senin, 22 s.d 25 September 2023,
Hotel Aston Kota Pontianak Kalimantan Barat.
Yayasan Pontianak Plus salah satu Yayasan yang mendapat dukungan pendanaan dari Global Fund komponen HIV untuk wilayah region Kalimantan melalui Yayasan Spiritia sebagai salah satu Principal Recipent yang mendapatkan dukungan pendanaan dari The Global Fund di tahun 2022-2023, memiliki tanggung jawab sosial untuk turut serta dalam usaha-usaha penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS di Indonesia. Dalam program ini, Yayasan Spiritia akan bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan penjangkauan populasi kunci LSL, Waria dan Penasun di 147 kabupaten/Kota serta dukungan psikologis dan sosial untuk ODHA di 234 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi.
Pertemuan kali ini dihadiri oleh perwakilan 20 Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dari berbagai Provinsi di Kalimantan, diantaranya: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. KDS Pahayak Itah taheta yang berada di bawah naungan Yayasan Harapan Taheta mengirimkan 1 perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan berlangsung selama 4 hari terhitung mulai tanggal 22 s.d 25 September 2023 beretempat di hotel Aston Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan mutu hidup ODHA, angka inisial ART pada ODHA baru, mengembalikan ODHA Lost To Follow Up untuk memulai Kembali ART, membantu memastikan kepatuhan minum obat, memperlancar akses pada Viral Load test dan memperluas Intervensi untuk membicarakan lebih jauh keterlibatan KDS. Adapun hasil yang diharapkan dari pertemuan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan ODHA serta meningkatnya keterlibatan KDS dalam inisiasi ART pada ODHA baru, mengembalikan ODHA Lost To Follow Up untuk memulai Kembali ART, dan membantu memastikan kepatuhan minum obat. by. As
Thursday, 21 September 2023
Pertemuan Komunitas Peduli HIV, 14 September 2023
Pertemuan Komunitas oleh PKBI Kota Palangkaraya, kamis 14 September 2023, bertempat di JS Kitchen & Lounge Kota Palangkaraya
Bersama dengan perkumpulan keluarga berencana Indonesia (PKBI) cabang kota palangkaraya, Yayasan Harapan Taheta (YHT) membantu memfasilitasi pertemuan komunitas yang dilaksanakan pada hari kamis, 14 september 2023. Pertemuan kali ini dihadiri oleh KPA kota Palangkaraya dan juga teman-teman komunitas penjangkau lapangan maupun pendamping sebaya. PKBI Kota Palangkaraya Juga mengundang mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNU). Seperti yang kita ketahui mahasiswa memiliki peran penting sebagai front liners yang bertugas menyampaikan segala bentuk ilmu pengetahuan kepada masyarakat umum, sehingga tidak terlepas pada penyampaikannya terkait masalah HIV/AIDS terkhusus untuk remaja dan anak muda.
Pada pertemuan kali ini PKBI Kota Palangkaraya berupaya meningkatkan kapasitas petugas lapangan dalam pelaksanaan skrining HIV mandiri dan membangun komitmen bersama dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS dengan mitra lainnya di Kota Palangkaraya. Seperti yang kita ketahui kondisi saat ini temuan kasus HIV masih kerap terjadi terutama dikalangan remaja. Namun, tidak hanya kenakalan remaja saja yang banyak menimbulkan temuan kasus HIV baru, namun kekerasan seksual juga ikut andil dalam penyebaran virus HIV/AIDS.
Terlebih akhir-akhir ini sempat terjadi kelangkaan obat ARV jenis TLD yang salah satu faktornya disebabkan oleh banyaknya temuan kasus HIV baru dan menimbulkan banyak keresahan bagi ODHIV yang sudah menjalani pengobatan, sehingga ODHIV beralih mengkonsumsi ARV jenis TLE yang banyak menyebabkan efek samping yang beragam bagi tiap-tiap ODHIV. Oleh sebab itu, pentingnya peningkatan kapasitas petugas lapangan, penjangkauan maupun pendampingan serta pengetahuan terhadap teman-teman ODHIV agar penyebaran epidemi virus HIV dapat dihentikan.
Monday, 4 September 2023
Legalitas Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) sebagai Pekerja Sosial bersertifikasi bagi YHT
Pelaksanaan kegiatan sertifikasi TKS dan Relawan Sosial oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Banjarmasin, Kamis. 04 Agustus 2023.
Pelaksaan kegiatan ini diikuti oleh seluruh orang yang terlibat dalam penanganan kesejahteraan sosial diseluruh Wilayah Kalimantan. Baik itu relawan, tenaga kesejahteraan sosial, maupun pekerja sosial. Ada beberapa tahapan dalam pelaksanaan sertifikasi ini, diantaranya: Pendaftaran, Bimbingan Teknis, Pembiatan Deskripsi diri (DD), Ujian Kognitif, dan Wawancara.
Monday, 21 August 2023
Pertemuan stakeholders terkait dalam program penanggulangan HIV – AIDS PKBI Kota Palangkaraya
Pertemuan stakeholders dalam program penanggulangan HIV-AIDS PKBI Kota Palangkaraya, Hotel Aquarius, Rabu, 16 Agustus 2023 Kalimantan Tengah.
Menindaklanjuti pertemuan
Stakeholder sebelumnya yang pernah dilakukan pada tahun 2022 lalu PKBI Kota
Palangkaraya dengan keterdukungan dari Global Fund
komponen HIV-AIDS kembali mengadakan pertemuan Stakeholder terkait
setelah banyaknya kasus baru HIV yang yang ditemukan Pada saat ini. Sama
seperti pertemuan sebelumnya yang pernah diadakan, pertemuan kali ini
menghadirkan lembaga/Instansi terkait dintaranya Puskesmas yang sudah ada
pelayanan PDP maupun yang belum, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota
palangkaraya, KPA Kota Palangkaraya, penjangkau maupun pendamping lapangan,
serta pada pertemuan kali ini PKBI Kota palangkaraya menghadirkan perangkat
Kecamatan yakni kelurahan. Dengan kehadiran dari
Keluarahan diharpakan dapat membantu dan bekerja sama guna
mempermudah tim penjangkau
untuk melakukan tes dan screening HIV di tempat-tampat berisiko.
Pada pertemuan
Stakeholder terkait ini dipandu langsung oleh ketua Yayasan
Harapan Taheta (Bpk. Dedy) sekaligus
memimpin jalannya diskusi. Mengawali diskusi beliau
mengaskan bahwa pada petemuan kali ini beliau ingin meningkatkan kualitas pelayanan,
penjangkauan, pengobatan, maupun pendampingan kepada pihak-pihak terkait. Di kutip dari laman
situs MMC Prov. Kalimantan Tengah Penemuan kasus baru di Kalteng pada Tahun
2021 melalui klinik KT (Konseling dan Tes) sebanyak 121 kasus, dan melalui
klinik TIPK (Tes dan Inisiasi Petugas Kesehatan) sebanyak 143 kasus, sehingga
jumlah kasus baru HIV AIDS di Kalteng pada Tahun 2021 yaitu sebanyak 264.
Pada periode Tahun 2022, penemuan kasus baru melalui layanan KT yaitu 215
kasus, dan melalui layanan TIPK sebanyak 172 kasus, sehingga total penemuan
kasus baru Tahun 2022 yaitu sebanyak 387.
Tujuan pertemuan ini tidak lain dan tidak bukan untuk mengakhiri epidemi HIV-AIDS Three zero/3.0 agar Tidak ada temuan kasus baru, Tidak ada kematian AIDS, dan Tidak ada Stigma dan Diskriminasi. Oleh karena itu kualitas pelayanan, penjangkauan, pengobatan, maupun pendampingan harus lebih ditingkatkan lagi agar kita semua bisa mengakiri Epidemi kasus HIV-AIDS.
Friday, 18 August 2023
Pertemuan peer Educator dalam upaya penanggulangan HIV
Petemuan PEER EDUCATOR
Kota Palangkaraya, sabtu 12 Agustus 2023, bertempat di kantor Yayasan Harapan Taheta.
Tingginya kasus HIV/AIDS menjadi masalah serius yang harus ditanggulangi oleh pemerintah baik pusat maupun daerah dengan berbagai strategi yang dilakukan untuk menghentikan laju penyebaran HIV/AIDS. Upaya pencegahan yang gencarkan oleh pemerintah adalah pendidikan kesehatan ataupun sosialisasi kepada masyarakat Indonesia terutama pada remaja. Hal ini karena remaja merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infeksi HIV/AIDS dan menjadi fokus dari semua strategi penanggulangan penyebaran virus HIV/AIDS. Melalui penyebaran informasi dan pendidikan kesehatan tentang HIV/AIDS pada remaja terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta mempengaruhi sikap remaja berisiko terhadap terjangkitnya oleh virus HIV/AIDS.
Salah satu upaya preventif dalam masalah penularan HIV/AIDS adalah dengan mengikutsertakan peran peer education. PKBI Kota Palangkaraya bersama yayasan Harapan Taheta mengadakan pertemuan peer educator untuk kelompok dukungan sebaya agar dapat memberikan pendidikan kesehatan dan memberi pengaruh bagi teman sebayanya karena memiliki karakteristik yang sama. Peer education adalah suatu proses komunikasi informasi dan edukasi (KIE) yang dilakukan untuk kalangan sebaya, yaitu kalangan satu kelompok sebaya pelajar atau sesama rekan profesi dengan prinsip yang bekerja dari remaja, untuk remaja, dan oleh remaja sehingga program peer education (sebagai actor pendidik sebaya) sangat efektif untuk mendorong keterlibatan remaja dalam pembinaan terhadap temannya sendiri.
Peer educator merupakan pendidik yang dapat memberikan pendidikan kesehatan dan memberi pengaruh bagi teman sebayanya karena memiliki karakteristik yang sama. Pendidik sebaya berperan membantu kelompok sebaya dalam menyelesaikan suatu permasalahan kesehatan yang sedang berkembang dengan menyebarluaskan informasi agar turut serta memutus mata rantai penyebaran HIV melalui pemberian edukasi.


.jpeg)

.jpeg)