Pandemi Covid-19 terus dan terus akan berlanjut yang
sampai saat ini belum ada satu ahlipun yang mampu menyatakan kapan berakhirnya
Pandemi ini. Peran vaksinasi hanya mempercepat proses pembentukan Hard Imunnity kita, akan tetapi kita
tetap harus selalu menjaga sesuai dengan protokol kesehatan sebagai langkah
pencegahan yang sangat efektif saat ini yaitu Menggunakan MASKER, selalu MENCUCI TANGAN,
MENJAGA JARAK, MENGHINDARI KERUMUNAN, dan MENGURANGI MOBILISASI. Pernyataan
ini pula pernah kita sampaikan bahwa Protokol Kesehatan ini akan menjadi sebuah
HABITS
bagi kita nantinya. Sama seperti halnya dengan penanganan kasus HIV (Human Immunodefficency Virus), kurang
lebih 15 tahun lalu penularan kasus HIV lebih banyak terjadi melalui jarum
suntik Narkoba yang digunakan secara bergantian. Seiring waktu berjalan
penularan tersebut bergeser melalui hubungan Seks lebih dari 1 pasangan secara
bergantian. Hubungan seks tersebut baik secara lawan jenis (Heteroseksual)
maupun sesama jenis (Homoseksual) bahkan berpontensi juga Lesbian (Seks sesama wanita)
manggunakan alat bantu Seks yang digunakan bergantian.
Cukup banyak masyarakat yang ingin menanyakan tentang HIV
dan segala penularan maupun penanganannya melalui Contak YAYASAN HARAPAN TAHETA. Maka dari itu kami terdorong untuk menyampaikan informasi seperti yang
telah disampaikan diatas. Penularan HIV melalui hubungan seksual ini dapat
terindikasi dari temuan Infeksi Menular
Seksual (IMS). WHO memberikan informasi bahwa orang yang menderita IMS
memiliki risiko 3-10 kali lebih besar terinfeksi HIV karena ada luka yang
terjadi yang berpotensi pintu masuk bagi Virus tersebut. Ada beberapa penyakit
yang disebabkan IMS ini dan sering ditemukan dimasyarakat yang memiliki risiko yang
akan disampaikan sebagai berikut:
1. Gejala IMS pada
Umumnya
- Sering Tanpa
gejala (terutama Pada Perempuan)
- Rasa Sakit/
Gatal pada alat Kelamin
- Mucul Luka
Benjolan, bintil atau luka, terjadi pembengkakan di pangkal paha.
2. Gejala IMS pada
Perempuan
Lecet, ulkus, benjolan berisi air, benjolan kecil dan
keras, warna kemerahan di sekitar dan di organ seksual, Nyeri, gatal, panas, bengkak pada dan di sekitar daerah
vagina, Nyeri perut bagian bawah, Sering buang air kecil (mungkin disebabkan oleh penyebab
lain). Sakit tenggorokan. Keluar Cairan kuning dan berbau, Keluar darah
pada masa bukan haid
3. Gejala IMS pada
Laki-laki
Lecet, ulkus, benjolan berisi air, benjolan kecil dan
keras, warna kemerahan di sekitar dan di organ seksual. Sering buang air kecil dan terasa panas, Ujung penis kalau dipencet akan keluar nanah. Pembengkakan pada scrotum/daerah selangkangan dan Sakit tenggorokan
Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sering ditemukan di masyarakat seperti dijelaskan
dibawah ini:
1. SIFILIS atau yang
sering di sebut RAJA SINGA
Proses berjalannya
penyakit ini akan terasa kurang lebih 2 Minggu sampai 3 bulan. Terlihat ada
luka lecet/koreng disekitar alat kelamin (Ulkus kelamin).
2. GONORE atau sering
disebut KENCING NANAH
Proses berjalannya
penyakit ini pada Laki-laki 2-5 hari baru aka terasa. Sedangkan pada perempuan
sulit diketahui karena sudah ada penyakit ini namun tidak memberikan gejala
klinis (Asimtomatik). Gejala bagi pria ada terjadi seperti rasa terbakar, terjadi peradangan
pada saluran kelamin, keluar cairan seperti nanah yang berwarna putih-kuning
kental. Gejala bagi perempuan sering tanpa gejala (Asimtomatik), terkadang terjadi
eksudat Purulen dari uretra (ada cairan seperti nanah).
3. HERPES GENITALIS
Proses berjalannya
penyakit ini biasanya 2-10 hari bahkan bisa sampai 3 minggu. Terjadi erosi multiple
berkelompok, lesi dan sangat nyeri serta terjadi edema, kenyal dan disertai
gejala sistemik.
Dari semua
penyakit IMS yang ada, hal perlu dilakukan adalah memastikan diri bahwa anda
terdiagnosa dengan pasti oleh dokter melalui pemeriksaan Laboratorium dsbnya. Jangan
sekali-kali membersihkan alat kelamin dengan menggunakan cairan pembersih
lainnya atau minuman alcohol yang akan memperparah penyakit tersebut. Dan hal
yang sangat penting adalah Bawa PASANGAN
ANDA (Suami/Istri/pacar dll) untuk dicek dan diobati secara menyeluruh agar
tidak terjadi penularan saling bergantian (Fenomena Pingpong penyakit).
Banyak
dimasyarakat yang salah paham membedakan penyakit IMS ini maka dari itu Pentingnya diberikan informasi serta kesadaran
kepada seluruh kelompok masyarakat termasuk anak-anak remaja-muda yang sangat rentan
untuk berperilaku seks berisiko bahkan seks yang menyimpang. Tidak ada lain PENCEGAHAN
penyakit ini yaitu hanya dengan menggunakan KONDOM, jangan melakukan hubungan seks
bergantian lebih 1 pasangan, bahkan seks
yang menyimpang dan SETIA DENGAN PASANGAN, dapatkan informasi dari sumber
ahlinya, jauhi narkoba maupun minuman keras.
Bila
ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat berkonsultasi
dengan konsulen kami ataupun via telpon (WA) melalui nomor Yayasan dan dapat juga bertanya/saran melalui kolom
komentar di website ini. Mari
kita bersama-sama memampukan menjaga diri dan keluarga. Tetap Selalu Jaga
Kesehatan.