Ketua Yayasan Harapan Taheta
Dedy Baboe, M.Kes
Pembina Yayasan Harapan Taheta
Drs. Mirhan M.Pd
Selalu ada harapan
Hiduplah dengan penuh harapan, karena dengan harapan lah manusia menjadi berarti. Tahun boleh berganti, ketidakpastian selalu membayangi, tapi yakinlah akan ada harapan untuk hidup yang lebih baik.
Bawi Hadohop
Perempuan saling tolong menolong
Monday, 31 July 2023
Kegiatan "Dialog Serap Aspirasi Pelaksanaan UU No.6 tahun 2023" Dinas tenaga Kerja.
Thursday, 20 July 2023
PEDULI ODHIV DALAM KOMUNITAS
Kelompok dukungan sebaya (KDS) sangat dikenal dalam konteks penanggulangan HIV/AIDS untuk memberikan support bagi orang yang terinfeksi HIV. Pertama kali seseorang mendapati dirinya terinfeksi HIV, tentu memiliki beberapa persoalan terkait dengan psikologis, kekhawatiran terhadap kesehatan, relasi dengan pasangan, ekonomi dan prasangka akan didapati perlakuan stigma, diskriminasi, dll. Dukungan moral yang dibutuhkan oleh orang yang terinfeksi HIV sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, sehingga mereka tetap dapat hidup sehat, dan produktif. Dukungan tersebut salah satunya diperoleh melalui KDS. Beberapa waktu lalu bertepatan dengan hari raya idul Adha tanggal 29 juni YHT Bersama para aktivis dan voluntir juga KDS mengadakan syukuran Bersama dengan membakar pembagian hewan kurban (daging sapi) yang diperoleh dari beberapa masjid di sekitar. Kegiatan ini tidak lain agar terjalinnya silaturahmi yang peduli terhadap ODHIV. Dari sekian banyak Lembaga atau orang yang menstigma dan diskriminasi ODHIV ternyata masih ada Sebagian orang yang peduli. Semoga jalinan silaturahmi yang peduli terhadap ODHIV akan tetap terjaga sekarang dan seterusnya.
Wednesday, 12 July 2023
“KONFERENSI DAERAH KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA (KSPSI) DAERAH KALIMANTAN TENGAH”
“KONFERENSI DAERAH KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA SELURUH INDONESIA (KSPSI)
DAERAH KALIMANTAN TENGAH”. 8 Juli 2023Yayasan Harapan Tahata (YHT) merupakan yayasan yang bergerak khusus di bidang kesehatan di Indonesia khususnya di Kalimantan Tengah. 5 tahun ini melalui programnya telah berkiprah turut berupaya memberikan program kepedulian bagi masyarakat marginal maupun penyitas bagi masyarakat Kalimantan tengah maupun bagi masyarakat di 5 provinsi di Pulau Kalimantan ini. Terlaksananya program kegiatan YHT sendiri tidak lepas peran dari dukungan individual, kelompok dan sebagian besar didukung oleh lembaga internasional seperti; Niwano Peace foundation (Jepang, 2019-2020) “Respons Peduli Mengatasi Stigma dan Diskriminasi Bagi Penderita HIV-AIDS melalui Forum Lintas Agama di Provinsi Kalimantan Tengah”, Gilead Inc (USA 2022-2023) “Menuju ODHA Berdaya, Produktif dan Mandiri di Tanah Kalimantan”.
Seiring berkembangnya mitra-mitra kelembagaan, YHT saat ini mengembangkan kemitraan melalui keterlibatan kepengurusan dalam konferderasi serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pada Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan ((FARKES) untuk kepengurusan Daerah di Kalimantan Tengah. Pada tanggal 8 Juli 2023, YHT terlibat dalam penyelenggaraan Konferensi daerah KSPSI Daerah Kalimantan Tengah. Topik utama didalam Konferensi tersebut untuk memilih kepengurusan Daerah KSPSI Kalimantan Tengah. Selama proses acara berlangsung cukup banyak mendapatkan informasi terkait masalah-masalah terhadap para tenaga kerja. Baik diskusi secara forum melalui beberapa narasumber seperti Narasumber dari BPJS Tenaga Kerja maupun beberapa diskusi individu yang hadir dari 14 Kabupaten-Kota di Kalimantan Tengah. Pada acara utama yaitu proses pemilihan Ketua Pengurus Daerah KSPSI Kalimantan Tengah yang diawali dengan sidang komisi serta menyepakati Tatatertib sidang Konferensi, sesuai dengan aturan yang berlaku, maka proses pemilihan kepengurusan Daerah (PD) KSPSI untuk Kalimantan Tengah di sepakati dan terpilih secara adil Bapak Kosim Hidayat menjadi Ketua PD. KSPSI Kalimantan Tengah periode 2023 – 2027. Semoga KSPSI untuk daerah Kalimantan Tengah yang di Nahkodai beliau menjadi pemimpin yang amanah, Adil dan Bijaksana, yang dapat memajukan KSPSI Kalteng, jaya dan berkembang mengikuti zaman untuk membantu para pekerja agar menjadi lebih sejahtera.
Tuesday, 13 June 2023
“HIV prevention Program Partners Meeting” Bahalap Hotel, Palangkaraya, Rabu 7 Juni 2023
“HIV prevention Program Partners Meeting”
Bahalap Hotel, Palangkaraya, Rabu 7 Juni 2023
Bersama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Kota Palangkaraya, Yayasan Harapan Taheta (YHT) membantu memfasilitasi “HIV Prevention Program Partners Meeting” yang dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2023 di Hotel Bahalap Palangkaraya. Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga beberapa dari lembaga pemerintah yang memiliki pengaruh dalam pengambil kebijakan untuk membantu dalam memudahkan melakukan penjangkauan dan pemeriksaan di daerah yang memiliki risiko penularan. Lembaga yang hadir seperti Dinas Sosial, Dinas Pariwisata dan kepemudaan, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan tentunya bersama pula hadir dari Rumah Sakit maupun beberapa Puskesmas yang melayani Perawatan dengan pengobatan (PDP) bagi ODHIV. Dari pertemuan tersebut terinformasi ada peningkatan kasus HIV yang cukup signifikan dalam kurun 3 tahun terakhir ini selama Pandemi Covid 19 melanda. Bila di lihat dan dicermati secara di analisis kasus HIV ini sudah tidak lagi dikatakan kasus yang terkonsentrasi akan tetapi sudah menjadi penularan kasus yang meluas. Mengingat ada kasus temuan yang diketahui melalui dari Ibu Hamil di beberapa Puskesmas Kota Palangaraya. Menjadi perhatian khusus bahwaKALIMANTAN TENGAH MENJADI DARURAT SEKS BERISIKO yang berdampak meningkatnya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV.
“Bersama kita berperilaku Seks yang baik dan sehat”
Thursday, 25 May 2023
“Pertemuan Lintas Sektor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palangkaraya”
Aula Peteng Karuhei I, Kantor Walikota,Palangkaraya 24 Mei 2023
Pada
pertemuan tersebut sebagai salahsatu wadah untuk menggali informasi serta
permasalahan terkait perkembangan kasus HIV-AIDS di Kota Palangkaraya. Pertemuan
ini langsung dipimpin oleh Sekretaris KPA Ibu. Susi Idawati Hasbi.
Kondisi
saat ini temuan kasus HIV baru trus terjadi, namun tidak sedikit temuan kasus tersebut
tidak mau menjalankan terapi pengobatan. Temuan kasus terbanyak saat ini
didominasi pada kelompok MSM mengingat program penjangkauan yang dilakukan lebih
giat dilakukan pada kelompok tersebut, sedangkan pada kelompok PSP kurang
optimal dilakukan. Hal ini menjadi catatan dalam Upaya penganggungan HIV-AIDS
di kota Palangkaraya bahwa kelompok dalam temuan kasus tersebut menjadi bagian
sebagai Tracing kasus positif HIV. Menjadi
perhatian khusus bahwa temuan kasus HIV lebih banyak pada melakukan hubungan
Seks (80%) lebih dari 1 pasangan (Hetero maupun homosex) di kalangan remaja
dewasa. Dapat disimpulkan ada potensi Kota Palangkaraya menjadi Darurat Perilaku Seks tidak sehat yang
berdampak meningkatnya kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) termasuk HIV.
“Bersama kita hentikan Penularan, dengan berperilaku Seks yang sehat”
Sunday, 21 May 2023
“Case Confrence Meeting”, Palangkaraya, 19 Mei 2023
Yayasan Harapan Taheta, PKBI Kota Palangkaraya bersama Seluruh Fasilitas Kesehatan/Puskesmas Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan bersama juga hadir Dinas Kehatan Kota maupun Provinsi serta tim Penjangkau dan Pendamping ODHIV dalam “Case Confrence Meeting, Palangkaraya 19 Mei 2023” terkait koordinasi data dan informasi perkembangan program HIV-AIDS di Kota Palangkaraya.
Pada pertemuan tersebut selain menyamakan persepsi data temuan kasus HIV baru, pada pertemuan ini juga menyampaikan perkembangan penjangkauan pada individu yang memiliki Risiko HIV untuk mengakses tes HIV di fasilitas kesehatan. Masih banyak Individu yang sudah dijangkau terutama yang memiliki risiko tinggi tertular HIV, namun masih enggan untuk melakukan pemeriksaan tes HIV di Fasilitas kesehatan yang telah di sediakan. Selain itu masih ada pula individu yang positif HIV masih tidak melakukan pengobatan dan ada pula yang putus obat karena memiliki alasan seperti, keadaan baik-baik saja tanpa ada sakit penyakit, dan ada juga yang menyampaikan takut data dan informasi yang bersangkutan ketahuan orang banyak, teman dan keluarga.
Hal ini perlu perhatian bagi segenap lapisan masyarakat untuk bersama-sama membantu program penanggungan HIV ini dengan cara Jangan ada Stigma dan Disriminasi setiap orang untuk mengakses layanan kesehatan tes HIV, beranikan diri untuk tes HIV bila memiliki risiko penularan HIV.
"HIV BUKAN PENYAKIT YANG MENGERIKAN, HENTIKAN PENYEBARAN"
Monday, 30 January 2023
Audiensi dan advokasi kepada pemerintah, perusahaan, dan sektor swasta yang peduli dengan ODHA yang memiliki keterampilan, 25 Januari 2023 Samarinda, Kalimantan Timur
"Audiences and advocacy to the government, companies, and the private sector who care about people living with HIV who have skills".
LATAR BELAKANG
Pertemuan ini merupakan bentuk pertemuan Audiensi dan advokasi kepada pemerintah, perusahaan, clan sektor swasta yang peduli terhadap ODHIV yang telah memiliki keterampilan tanpa ada stigma dan dis.kriminasi. Penekanan pertemuan dari Program Yayasan Harapan Taheta atas dukungan Gilead Inc. ini yang di laksanakan bersama lembaga mitra Mahakam Plus merupakan tindaklanjut dari pertemuan stakeholders sebelumnya. Dimana pertemuan dilaksanakan di Yen's Delight Coffee Pastry & Resto, Jl. Juanda 6, 25 Januari 2023. Dihadiri 25 peserta dari lembaga pemerintah seperti; Dinas social, dinas tenaga kerja, Komisi Penanggulangan AIDS, PKBI, Yayasan Laras dan beberapa mitra UMKM yang telah berhasil merintis usaha Kecil-Menengah.
TUJUAN PERTEMUAN
- Adanya peran nyata dari stakeholder maupun pengambil kebijakan untuk turut membantu ODHA dalam mendapatkan hak pekerjaan tanpa ada stigma dan diskriminas
- Para Stakeholder dan pengambil kebijakan membantu memfasilitasi pengembangan usaha kelornpok maupun perorangan serta memfasilitasi ODHA yang memiliki keterampilan kerja untuk mendapatkan peluang kerja.
HASIL PERTEMUAN
- Masih ada kejadian kasus ODHIV setelah di ketahui statusnya langsung diberhentikan. Namun ada langkah dari lembaga yang turut peduli terkait kasus ini memberikan pendekatan lobby dan advokasi kepada pimpinan perusahaan tersebut sekaligus di berikan pemahaman tentang HIV. Akhirnya ODHIV tersebut masih dipekerjakan.
- Dukungan pemerintah untuk mengembangkan Usaha kecil-menengah bagi Komunitas ODHIV diSamarinda masih sangat terbatas. Hal ini karena terkait kebijakan aturan internal lembaga.
- Ada kesepakan bersama para lembaga seperti Yayasan Laras, PKBI untuk duduk bersama dalam membantu berupaya adanya dukungan dari lembaga pemerintah/ swasta dalam mengembangan usaha produktif dan mandiri bagi kelompok komunitas Sebaya ODHIV.












