Hiduplah dengan penuh harapan, karena dengan harapan lah manusia menjadi berarti. Tahun boleh berganti, ketidakpastian selalu membayangi, tapi yakinlah akan ada harapan untuk hidup yang lebih baik.
Penyebaran penularan SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 sangat cepat dan berimbas hampir di semua negara di dunia termasuk di Indonesia. Seluruh orang di dunia harus terus waspada dan tidak lengah menghadapi virus ini. Dampak pandemi COVID-19 ini hampir terasa di semua lini kehidupan, maka diperlukan kepedulian kita semua untuk menghadapi penularan COVID-19 ini.
Yayasan Harapan Taheta bersama dengan PKBI Cabang kota Palangka Raya dan KPA kota Palangka Raya menggalang donasi peduli dampak COVID-19. Teman, saudara dimanapun berada mohon dukungan dan bantuannya men DONASI kan untuk membantu saudara2 kita sesuai leaflet yang ada, minimal bantu sebarkan leaflet ini. Tuhan memberkati seluruh dukungan dan bantuan anda. Salam Semangat Peduli 🙏🙏
Donasi bisa disampaikan ke Rek BNI Yayasan Harapan Taheta : 077-007-7599
Yayasan Harapan Taheta mengucapkan selamat Tahun Baru 2020 kepada setiap orang di dunia, kiranya di tahun yang baru ini kehidupan kita selalu berbahagia, sehat sejahtera, dan penuh kedamaian di dalam hati dan diri
Yayasan Harapan Taheta mengucapkan selamat hari Natal 25 Desember 2019, kiranya kasih sukacita Natal menjadi perekat tali persaudaraan dalam bingkai kesatuan persatuan demi kebahagiaan seluruh umat manusia
Hari AIDS Sedunia kembali dirayakan pada Minggu, 1 Desember 2019. Tahun ini, tema yang diangkat adalah "Communities Make the Difference" (komunitas yang membawa perubahan).
Masyarakat telah memberikan kontribusi yang tak ternilai bagi penderita AIDS. Masyarakat dinilai sebagai sumber kehidupan yang efektif dan pilar dukungan yang penting dari respon AIDS.
Puncak kegiatan HAS 2019 berlangsung di Bundaran Besar kota Palangka Raya, dengan berbagai elemen masyarakat turut meramaikan. Yayasan Harapan Taheta menjadi motor penggerak untuk keberlangsungan acara ini, dan didukung oleh partisipasi dari PKBI cabang kota Palangka Raya, KPA Provinsi KALTENG, Dinas Kesehatan Provinsi KALTENG, IWAPA KALTENG, Komunitas Barigas Bahalap, FK UPR, PMI, beberapa sekolah di Lingkungan kota Palangka Raya.
Dalam sambutannya ketua Yayasan Harapan Taheta, Dedy menyampaikan bahwa peran komunitas sangat penting dalam mengatasi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA. Setiap orang diharapkan paling tidak mengenal mengenai HIV & AIDS, cara penularannya dan pencegahannya, dan peran komunitas dalam merangkul teman teman ODHA menjadi sangat signifikan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi KALTENG juga menyampaikan sambutan yang dibacakan oleh utusan dari Dinas Kesehatan Provinsi, dalam sambutannya bahwa terjadi kenaikan jumlah penderita HIV AIDS di Kalimantan Tengah pada tahun 2019 ini, dan ini patut menjadi kewaspadaan kita bersama.
Acara yang berlangsung mulai dari jam 05.00 WIB pagi hari ini dirasa cukup meriah, diisi dengan berbagai hiburan. Senam masal, jalan sehat, berjoget bersama, kuis berhadiah, pelepasan balon, dan pemeriksaan kesehatan serta tes HIV dan penyakit menular seksual, Donor darah
Pemerintah Provinsi KALTENG juga sangat mendukung kegiatan HAS ini dengan memfasilitasi tempat terselenggaranya kegiatan ini di depan rumah jabatan Gubernur KALTENG.
Suksesnya acara HAS 2019 tidak lepas dari dukungan dan kerjasama antara Yayasan Harapan Taheta dan NIWANO Peace Foundation sebagai donor utama dari yayasan Harapan Teheta.
Yayasan Harapan Taheta melanjutkan roadshow kegiatan sosialisasi kepada anak-anak sekolah, kali ini adalah kepada peserta didik dari SMA PGRI 1 Palangka Raya. Pemilihan SMA PGRI 1 ini dirasa cukup pas, karena kebanyakan peserta didik adalah mereka yang berasal dari berbagai daerah di KALTENG, sehingga diharapakan ketika mereka kembali ke daerahnya masing-masing dengan membawa bekal pengetahuan mengenai problema pernikahan dini dan penularan virus HIV.
Pernikahan dini masih menjadi masalah serius bagi bangsa Indonesia,
pasalnya sampai saat ini tercatat bahwa angka pernikahan anak perempuan
usia dibawah 18 tahun masih memiliki angka kejadian yang cukup tinggi.
Hal ini menjadi momok besar bagi bangsa kita, sebab masalah ini dapat
berdampak buruk bagi kualitas generasi muda dan berujung pada semakin
terpuruknya tingkat sosioekonomi bangsa.
Penularan HIV yang menyebabkan AIDS juga patut diwaspadai di kalangan anak usia sekolah, karena kurang mengetahui mengenai bahaya dari HIV AIDS yang sebenarnya.
Materi kegiatan ini disampaikan oleh Pak Mirhan dan Nawan, juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Harapan Taheta, Bung Dedy, serta pengurus yayasan Bu Septi.