Ketua Yayasan Harapan Taheta

Dedy Baboe, M.Kes

Selalu ada harapan

Hiduplah dengan penuh harapan, karena dengan harapan lah manusia menjadi berarti. Tahun boleh berganti, ketidakpastian selalu membayangi, tapi yakinlah akan ada harapan untuk hidup yang lebih baik.

Bawi Hadohop

Perempuan saling tolong menolong

Thursday, 26 September 2019

Kegiatan Lokakerja Yayasan Harapan Taheta

Yayasan Harapan Taheta memiliki semangat untuk tetap fokus memfasilitasi kegiatan penanggulangan HIV & AIDS melalui keterlibatan Lintas Agama. Telah dilaksanakan Diskusi Publik beberapa waktu lalu dengan tema “Menghilangkan Stigma dan Diskriminasi ODHA dalam Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kalimantan Tengah". Setelah kegiatan tersebut pendekatan yang perlu ditindaklanjuti agar setiap Pimpinan/Tokoh Agama dari setiap lintas agama mengambil peran dalam penanggulangan HIV & AIDS di tempat pelayanannnya masing-masing, agar jangan salah persepsi tentang HIV & AIDS yang diinformasikan bagi umatnya. Sebagai langkah penyebaran infomasi kepada umat, Yayasan Harapan Taheta mengadakan “Lokakerja sekaligus Pelatihan” Pendamping bagi Umat di setiap tempat/Rumah Ibadah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 26 September 2019 dengan melibatkan utusan dari berbagai lembaga agama yang memang sudah berperan pada pertemuan sebelumnya. kegiatan ini bertujuan untuk :
  1. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sebagai perpanjangan tangan pemberian informasi tentang HIV & AIDS kepada Jemaah/Umat di setiap lintas Agama.
  2. Mengidentifikasi permasalahan dan alternative solusi dalam upaya mengurangi/ menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHA di tingkat jemaat/Umat.
  3. Berupaya bersama pimpinan/tokoh agama lintas agama agar ada program kegiatan dalam upaya bersama penanggulangan HIV & AIDS ditempat Ibadah dalam mengurangi Stgma dan Diskriminasi bagi Umat.

Output Kegiatan
  1. Adanya persamaan persepsi para tokoh lintas agama dalam memahami HIV & AIDS dan adanya komitmen untuk disampaikan kembali kepada Jemaah lainnya.
  2. Adanya Program kegiatan Bersama turut serta beruapaya memutus mata rantai penanggulangan HIV & AIDS tanpa stigma dan diskriminasi ODHA.
  3. Adanya Pernyataan/Deklarasi Sikap Pimpinan/Tokoh Agama Lintas Agama untuk mendorong setiap Lintas Agama termasuk Stakeholders lembaga masyarakat, swasta maupun pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran HIV & AIDS tanpa Stigma dan Diskriminasi.










Wednesday, 31 July 2019

DISKUSI PUBLIK

MENGHILANGKAN STIGMA DAN DISKRIMINASI ODHA DALAM MEMPERKOKOH KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI PROVINSI KALIMANTAN TENGAH


Yayasan Harapan Taheta yang di dukung oleh Niwano Peace Foundation baru saja mengadakan “Diskusi Publik-Lintas Agama” di Hotel Luwansa, Palangkaraya 25 juli 2019 dengan tajuk “Menghilangkan Stigma dan Diskriminasi ODHA dalam Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Kalimantan Tengah”. Pertemuan tersebut dihadiri sebanyak 70 peserta yang terdiri dari pimpinan (mewakili) tempat-tempat Ibadah seperti; Gereja, Mesjid, Pondok Pesantren, Pura, Vihara, Kapel Keuskupan serta dari lembaga Pemereintah Daerah yang membidangi keagamaan selaku Stakeholeders dan lembaga Sosial masyarakat lainnya yang Peduli terhadap ODHA di Provinsi Kalimantan Tengah.pertemuan tersebut dibuka oleh Sekretaris KPA Provinsi Kalimantan Tengah yaitu Ibu. Rusini Anggen M.Si, sebagai utusan dari  Gubernur selaku Ketua KPA Provinsi Kalimantan Tengah. Selain itu Ketua Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) Provinsi Kalteng turut hadir dan memberikan pengantar dalam diskusi bahwa pentingnya peran lintas agama dalam membantu umatnya terkait orang dengan HIV-AIDS.
Diskusi dipandu langsung oleh Ketua yayasan Harapan Taheta yaitu Dedy SKM.,M.Kes yang diawali dengan mendengarkan paparan dari 3 narasumber utama yaitu Mirhan M.Pd (Praktisi ODHA dan Pembina Yayasan Harpata) dengan topik: “Pengaruh Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA”, Ibu. Kristin Rosela SST.,M.kes dari Perkumpulan Konselor HIV-AIDS RSUD,. Doris Sylvanus P.raya dengan topik: “Penanganan dan pengalaman pendampingan ODHA”dan Prof. DR. I Nyoman Sudyana,M.Sc. dari Perwakilan lintas Agama yang konsern HIV-AIDS dengan topik:”Pendekatan Keumatan peduli HIV-AIDS”. Dalam diskusi tersebut juga dihadirkan 2 orang informan kunci yaitu dari pemerintah daerah sebagai bentuk keterlibatan peran pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Kalimantan Tengah.
Para peserta diskusi sangat antusias dalam mengikuti diskusi tersebut terilhat dari perwakilan dari setiap elemen agama yang mengajukan pertanyaan serta saran maupun pendapat selama berlangsungnya diskusi tersebut. Adapun hasil dari pertemuan tersebut yang disimpulkan bersama dalam diskusi yaitu:

  1. Ada persamaan persepsi bagi para tokoh Lintas Agama terhadap Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) bahwa penularan HIV-AIDS tidak hanya dari perilaku yang menyimpang saja akan tetapi dapat tertular melalui hal yang tanpa disadari seperti para petugas kesehatan yang membantu pasien ODHA, transfusi darah, maupun jarum tattoo bekas.
  2. Meningkatnya kesadaran para peserta bahwa pentingnya dalam penyebaran informasi tentang HIV-AIDS terutama bagi generasi muda para umat dari lintas agama.
  3. Adanya seruan bersama untuk di Deklasasikan bersama sebagai bentuk semangat dari Lintas agama untuk Peduli terhadap Kasus HIV-AIDS terkait Stigma dan Diskriminasi agar pemerintah turut merespon cepat upaya Penanggulangan HIV-AIDS di Provinsi Kaliamntan Tengah.
  4. Setiap Lintas Agama akan merespon dan menerapkan dalam bentuk kegiatan setiap tempat ibadah untuk menginformasikan tentang penanggulangan HIV-AIDS dalam mengurangi Stigma dan Diskriminasi. 








Tuesday, 4 June 2019

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Yayasan Harapan Taheta mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H, semoga Idul Fitri membawa kegembiraan, kebahagiaan dan harapan bagi dunia.


Thursday, 30 May 2019

Selamat memperingati hari Kenaikan Isa Almasih

Yayasan Harapan Taheta mengucapkan selamat memperingati hari Kenaikan Isa Almasih bagi seluruh umat Kristiani. Semoga kedamaian dalam harapan untuk kebaikan dunia terwujud dalam kehidupan seluruh insan



Tuesday, 21 May 2019

Selamat Kepada Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Indonesia 2019-2024

Yayasan Harapan Taheta mengucapkan selamat kepada Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Indonesia 2019-2024, Ir. H. Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin. Leburkan jejak perbedaan, rekatkan kembali persaudaraan. Ini adalah kemenangan kita semua.



Sunday, 19 May 2019

Selamat Hari Raya Waisak

Selamat merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak! Keberagaman dalam perdamaian membawa ketentraman, kesejahteraan dan kebahagiaan bagi semua makhluk


Saturday, 18 May 2019

Audiensi Diskusi Bersama

Audiensi Diskusi Bersama
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Ibu. Yulistra Ivo Azhari Sabran (Istri dari Bpk. Gubernur Kalimantan Tengah) dengan Para Penggiat HIV & AIDS
Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Kalimantan Tengah, Tim Pokja KIE HIV & AIDS dan Yayasan Harapan Taheta

Tim Yayasan Harapan Taheta yang terdiri dari Dedy SKM.M.Kes, dr. Nawan M.Ked.Trop dan Drs. Mirhan M.Pd, sebagai salah satu tim Pokja KIE KPA Prov. KALTENG bersama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalimantan Tengah Ibu. Rusini M.Si dan tim, melakukan audiensi  bersama dengan Ketua Tim penggerak PKK Provinsi KALTENG yaitu Ibu Yulistra Ivo Azhari Sabran (istri dari bpk. Gubernur Kalimantan Tengah).

Diskusi tersebut menginformasikan kepada tim penggerak PKK betapa berbahayanya HIV & AIDS. Fakta ilmiah menyebutkan 1 orang terinfeksi virus ini akan berpontesi menyebar ke 100 orang dengan perilaku berisiko. Perilaku berisiko itu seperti; melakukan seks lebih dari 1 pasangan (potensial berisiko), menggunakan Narkoba terutama jarum suntik, ibu yang positif HIV ke bayinya dan transfusi darah.Kelompok tidak beresikopun seperti kaum ibu rumah tangga pun berpeluang/berpontensi terinfeksi HIV dari perilaku suami.

Trend meningkatnya kasus HIV & AIDS di Indonesia termasuk di Kalimantan Tengah terus terjadi, berpotensi terjadinya Tsunami HIV & AIDS dengan lonjakan drastis. Jumlah kumulatif kasus HIV & AIDS di Kalimantan Tengah hingga tahun 2018 telah mencapai 1.221, di mana selama kurun waktu 3 tahun terjadi peningkatan rata-rata 13% setiap tahun. Namun kasus yang ditemukan tersebut jauh dari Estimasi Nasional yaitu sebanyak 4.310 kasus, bagaikan Gunung Es hanya terlihat sedikit muncul pada permukaan laut. Cukup memprihatinkan ternyata sebagaian besar yang terinfeksi justru generasi usia Produktif (Remaja dan Dewasa), lebih memprihatinkan lagi ternyata Ibu Rumah Tangga yang berpotensi terinfeksi dari Suami menempati urutan kedua setelah pekerja swasta.

Kondisi Kalimantan Tengah ke depan sangat rawan terjadi peningkatan kasus HIV & AIDS, dengan asumsi dan indikasi seperti:
  1. Daerah Kalimantan Tengah mulai ditemukan transaksi seks bukan saja dari pelanggan laki-laki ke pekerja seks perempuan, namun juga pada pekerja seks lelaki termasuk waria, yang dikenal dengan istilah kelompok berisiko  Lelaki Seks Lelaki (LSL).
  2. Provinsi Kalimantan Tengah termasuk Provinsi dengan tingkat perceraian dan pernikahan dini yang tinggi (menandakan ada potensi perilaku seks usia muda).
  3. Menjamurnya penginapan dan warung remang-remang yang berpontensi adanya transaksi seks (termasuk narkoba).
  4. Tidak terbendung tingkat konsumsi masyarakat (khususnya remaja dewasa) terhadap penggunaan smartphone untuk berbagai hal termasuk konsumsi video Porno.
  5. pemahaman masyarakat tentang HIV & AIDS yang minim menimbulkan stigma dan diskriminasi
Melihat kondisi di atas maka perlu peran pemerintah, swasta maupun pemangku kebijakan dan  bersama-sama turut serta dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS sesuai dengan Motto yang digagas oleh Gubernur Kalimantan Tengah untuk ”MENUJU KALTENG BERKAH” melalui Visi yaitu:
“Kalteng Maju, Mandiri dan Adil untuk Kesejahteraan Segenap Masyarakat Menuju KALTENG BERKAH (Bermartabat, Religius, Kuat, Amanah dan Harmonis)”