Ketua Yayasan Harapan Taheta

Dedy Baboe, M.Kes

Selalu ada harapan

Hiduplah dengan penuh harapan, karena dengan harapan lah manusia menjadi berarti. Tahun boleh berganti, ketidakpastian selalu membayangi, tapi yakinlah akan ada harapan untuk hidup yang lebih baik.

Bawi Hadohop

Perempuan saling tolong menolong

Saturday, 15 May 2021

“TOLERANSI DALAM KEBERSAMAAN TANPA ADA STIGMA DAN DISKRIMINASI”

 

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh; Salam Sejahtera dalam Kasih Tuhan, Yesus Kristus

Moment Tahun ini adalah moment yan luar biasa bagi Seluruh umat ciptaan-Nya. Hari Raya Indul Fitri bertepatan pula dengan Hari Kenaikan Isa Almasih.

Yayasan Harapan Taheta Mengucapkan Selamat “HARI RAYA IDUL FITRI” bagi Umat Muslim Dan Selamat “HARI MEMPERINGATI KENAIKAN ISA ALMASIH” bagi Umat Kristiani.

MARI Kita lebih kuatkan untuk saling Menghargai, Bertoleransi tanpa ada Stigma dan Diskriminasi kepada siapapun seluruh Umat Ciptaan-Nya.


 “ DENGAN PENUH KERENDAHAN HATI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN”.

Waalaikumsalam Warahmatullahi WabarakatuhTuhan Yesus Memberkati


Pengurus Yayasan Harapan Taheta

Thursday, 29 April 2021

“INFEKSI MENULAR SEKSUAL PINTU MASUK HIV”



Pandemi Covid-19 terus dan terus akan berlanjut yang sampai saat ini belum ada satu ahlipun yang mampu menyatakan kapan berakhirnya Pandemi ini. Peran vaksinasi hanya mempercepat proses pembentukan Hard Imunnity kita, akan tetapi kita tetap harus selalu menjaga sesuai dengan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan yang sangat efektif saat ini yaitu Menggunakan MASKER, selalu MENCUCI TANGAN, MENJAGA JARAK, MENGHINDARI KERUMUNAN, dan MENGURANGI MOBILISASI. Pernyataan ini pula pernah kita sampaikan bahwa Protokol Kesehatan ini akan menjadi sebuah HABITS bagi kita nantinya.

Sama seperti halnya dengan penanganan kasus HIV (Human Immunodefficency Virus), kurang lebih 15 tahun lalu penularan kasus HIV lebih banyak terjadi melalui jarum suntik Narkoba yang digunakan secara bergantian. Seiring waktu berjalan penularan tersebut bergeser melalui hubungan Seks lebih dari 1 pasangan secara bergantian. Hubungan seks tersebut baik secara lawan jenis (Heteroseksual) maupun sesama jenis (Homoseksual) bahkan berpontensi juga Lesbian (Seks sesama wanita) manggunakan alat bantu Seks yang digunakan bergantian.

Cukup banyak masyarakat yang ingin menanyakan tentang HIV dan segala penularan maupun penanganannya melalui Contak YAYASAN HARAPAN TAHETA. Maka dari itu kami terdorong untuk menyampaikan informasi seperti yang telah disampaikan diatas. Penularan HIV melalui hubungan seksual ini dapat terindikasi dari temuan Infeksi Menular Seksual (IMS). WHO memberikan informasi bahwa orang yang menderita IMS memiliki risiko 3-10 kali lebih besar terinfeksi HIV karena ada luka yang terjadi yang berpotensi pintu masuk bagi Virus tersebut. Ada beberapa penyakit yang disebabkan IMS ini dan sering ditemukan dimasyarakat yang memiliki risiko yang akan disampaikan sebagai berikut:

1.      Gejala IMS pada Umumnya

  •      Sering Tanpa gejala (terutama Pada Perempuan)
  •      Rasa Sakit/ Gatal pada alat Kelamin
  •      Mucul Luka Benjolan, bintil atau luka, terjadi pembengkakan di pangkal paha.

2.      Gejala IMS pada Perempuan

      Lecet, ulkus, benjolan berisi air, benjolan kecil dan keras, warna kemerahan di sekitar dan di organ  seksual, Nyeri, gatal, panas, bengkak pada dan di sekitar daerah vagina, Nyeri perut bagian bawah, Sering buang air kecil (mungkin disebabkan oleh penyebab lain). Sakit tenggorokan. Keluar Cairan kuning dan berbau, Keluar darah pada masa bukan haid

3.      Gejala IMS pada Laki-laki

      Lecet, ulkus, benjolan berisi air, benjolan kecil dan keras, warna kemerahan di sekitar dan di organ  seksual. Sering buang air kecil dan terasa panas, Ujung penis kalau dipencet akan keluar nanah. Pembengkakan pada scrotum/daerah selangkangan dan Sakit tenggorokan

 Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sering ditemukan di masyarakat seperti dijelaskan dibawah ini:

1.      SIFILIS atau yang sering di sebut RAJA SINGA

Proses berjalannya penyakit ini akan terasa kurang lebih 2 Minggu sampai 3 bulan. Terlihat ada luka lecet/koreng disekitar alat kelamin (Ulkus kelamin).

2.      GONORE atau sering disebut KENCING NANAH

Proses berjalannya penyakit ini pada Laki-laki 2-5 hari baru aka terasa. Sedangkan pada perempuan sulit diketahui karena sudah ada penyakit ini namun tidak memberikan gejala klinis (Asimtomatik). Gejala bagi pria ada terjadi seperti rasa terbakar, terjadi peradangan pada saluran kelamin, keluar cairan seperti nanah yang berwarna putih-kuning kental. Gejala bagi perempuan sering tanpa gejala (Asimtomatik), terkadang terjadi eksudat Purulen dari uretra (ada cairan seperti nanah).

3.      HERPES GENITALIS

Proses berjalannya penyakit ini biasanya 2-10 hari bahkan bisa sampai 3 minggu. Terjadi erosi multiple berkelompok, lesi dan sangat nyeri serta terjadi edema, kenyal dan disertai gejala sistemik.

Dari semua penyakit IMS yang ada, hal perlu dilakukan adalah memastikan diri bahwa anda terdiagnosa dengan pasti oleh dokter melalui pemeriksaan Laboratorium dsbnya. Jangan sekali-kali membersihkan alat kelamin dengan menggunakan cairan pembersih lainnya atau minuman alcohol yang akan memperparah penyakit tersebut. Dan hal yang sangat penting adalah Bawa PASANGAN ANDA (Suami/Istri/pacar dll) untuk dicek dan diobati secara menyeluruh agar tidak terjadi penularan saling bergantian (Fenomena Pingpong penyakit).

Banyak dimasyarakat yang salah paham membedakan penyakit IMS ini maka dari itu Pentingnya diberikan informasi serta kesadaran kepada seluruh kelompok masyarakat termasuk anak-anak remaja-muda yang sangat rentan untuk berperilaku seks berisiko bahkan seks yang menyimpang. Tidak ada lain PENCEGAHAN penyakit ini yaitu hanya dengan menggunakan KONDOM, jangan melakukan hubungan seks  bergantian lebih 1 pasangan, bahkan seks yang menyimpang dan SETIA DENGAN PASANGAN, dapatkan informasi dari sumber ahlinya, jauhi narkoba maupun minuman keras.



Bila ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai hal ini dapat berkonsultasi dengan konsulen kami ataupun via telpon (WA) melalui nomor Yayasan dan dapat juga bertanya/saran melalui kolom komentar di website ini. Mari kita bersama-sama memampukan menjaga diri dan keluarga. Tetap Selalu Jaga Kesehatan.

Wednesday, 28 April 2021

"PENTINGNYA EDUKASI BAGI PEMUDA-REMAJA CEGAH HIV"


Saat ini penularan HIV lebih banyak ditemukan kasus melalui Hubungan Seks yang sering berganti pasangan. Hubungan seks tersebut dapat dilakukan oleh seseorang yang heteroseksual maupun yang homoseksual. Bila sudah Positif HIV sangat rentan terserang penyakit, tidak hanya dari infeksi penyakit saja, tetapi dapat menyerang tatan di kehidupan sosial maupun ekonomi. Tak jarang kita mendapati kasus bila ada anggota keluarga (seseorang) diketahui HIV akan terusir dari rumah, begitu juga di lengkungan pekerjaannya akan langsung diberhentikan (Pecat).

Walaupun dengan situasi Pandemi Covid-19 masih ada, Tak henti-hentinya YAYASAN HARAPAN TAHETA bersama lembaga PKBI Kota palangka Raya yang memiliki semangat sama untuk menanggulangi penyebaran HIV lebih masif lagi. Beberapa waktu lalu (24 April 2021) walaupun ditengah Umat Muslim beribadah puasa, kami tetap menyuarakan sosialisasi edukasi kepada para pemuda/remaja yang rentan terhadap penularan HIV. Melalui momen ibadah puasa ini menambah warna pemberian edukasi tentang HIV-AIDS dengan berbuka puasa bersama memberikan ceramah keagamaan akan tetapi memberikan juga informasi tentang Seputar HIV-AIDS. dihadiri olehj pemuda remaja kurang lebih 25 orang selain pemberian pengetahuan tentang Infeksi Menular Seksual yang menjadi pintu masuk terkena HIV, pada pertemuan ini juga dilakukan test Rapid dalam menjaring kasus temuan baru HIV di Palangkaraya.

Pentingnya memberikan kesadaran kepada seluruh kelompok masyarakat termasuk anak-anak muda yang sangat mudah sekali untuk berperilaku seks berisiko bahkan seks yang menyimpang. Tidak ada lain PENCEGAHAN HIV melalui Hubungan Seks berganti-ganti pasangan  hanya dengan penggunaan kondom sebagai cara utama mengurangi penularan HIV. 

Info lebih dalam mengenai HIV-AIDS dan Komunitasnya dapat menghubungi nomor Kontak Yayasan Harapan Taheta di Website ini.








Tuesday, 1 December 2020

HARI AIDS SEDUNIA 1 DESEMBER 2020

 

Tema “PERKUAT KOLABORASI TINGKATKAN SOLIDARITAS”

Hari AIDS Sedunia (HAS) bukan menjadi ajang besar dalam perayaan secara hiporia, akan tetapi menjadi cerminan besar bagi kita untuk bersama Peduli dalam upaya Penanggulangan bebas HIV dengan target “3 ZERO 2030” yaitu; tidak ada Diskriminasi, tidak ada kasus kematian karena AIDS, dan tidak ada lagi infeksi baru.

HAS diperingati pertama kali pada 1 Desember 1988.Peringatan fokus pada tema anak dan remaja. Fokus ini dipilih untuk meningkatkan kesadaran akan dampak HIV/AIDS pada keluarga, tak cuma kelompok yang di stigmatisasi media seperti pengguna narkoba, kelompok homoseksual, dan pekerja seks komersial. Tidak lain tujuan utama HAS agar kita lebih sadar tentang infeksi HIV sebagai Virus yang menyerang system kekebalan tubuh kita dalam waktu yang sangat lama. Sejak tahun 1996, peringatan ini diambil alih oleh Program Bersama PBB tentang HIV-AIDS (UNAIDS), sehingga peringatan diperluas menjadi kampanye pencegahan dan pendidikan sepanjang tahun. WHO mencatat ada sekitar 38 juta orang di dunia hidup dengan HIV-AIDS hinggga tahun 2019, Di Indonesia (Kemenkes) sendiri ada tercatat sekitar 349.882 orang pada tahun 2019. kasus HIV baru ada sekitar 21.220 orang yang 70 persen di antaranya terjadi pada kelompok usia produktif (25-49 tahun).


Tes sejak dini akan membantu orang dengan HIV/AIDS (ODHA) memiliki angka harapan hidup yang lebih lama. Selain itu untuk menghentikan penyebaran adalah upaya kita bersama melalui pencegahan dari risiko yang ada seperti; Berperilaku seks yang aman setia dengan pasangan atau menggunakan kondom, tidak menggunakan Narkoba (jarum suntik bergantian), serta menjalani pengobatan dan pemulihan (jasmani dan rohani) yang baik bagi ODHA terkait mencegah penularan Ibu yang positif ke bayi, serta penyaringan (Sceening) yang baik dalam penggunaan transfusi darah.


Bertahun-tahun peringatan ini banyak mengangkat tema yang mencerminkan kebijakan otoritas kesehatan masyarakat dalam mengatasi HIV-AIDS. Terobosan dalam intervensi pencegahan mendorong pembuat kebijakan untuk mempromosikan potensi akhir epidemi dengan kampanye 'Getting to Zero' dari 2011 hingga 2015. Upaya itu semakin diperkuat pada tahun 2016 dengan peluncuran strategi '90-90-90 UNAIDS' dan kampanye 'Access Equity Rights Now', yang keduanya bertujuan untuk mengakhiri epidemi HIV ditahun 2030.


Yayasan Harapan Taheta berharap peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tidak ada hanya sebagai pemanfaatan moment dan pencitraan saja yang hanya sekejap dikumandangkan. Bahkan  pemanfaatan kelompok marginal dan penyintas pada moment ini yang telah lama berjuang dan peduli dalam penanggulangan HIV-AIDS hanya sekedar sebagai objek semu saja. Dapat diyakini semangat mereka dalam memperjuangkan hak pelayanan kesehatan yang sama, tidak ada stigma dan diskriminasi dan memutus penyebaran terus mereka gaungkan dan upayakan tanpa mengenal lelah. Melalui tema HAS 2020 “Perkuat kolaborasi Tingkatkan Solidaritas” mampu membawa semangat baru dan lebih konsisten serta komprehensif dan berkesinambungan sehingga semua perjuangan setiap kelompok tidak sia-sia untuk bersama-sama mencapai tujuan “3 Zero 2030”.


Salam

Ketua Yayasan Harapan Taheta

Dedy










Friday, 23 October 2020

“Koordinasi Fasilitas Layanan Kesehatan Kota Palangkaraya dan bersama para lembaga Penggiat HIV-AIDS”

 

Walaupun dalam masa Pandemi Covid-19 ini perjuangan dalam membantu sesama tidak akan pernah luntur, termasuk dalam upaya menekan penyebaran HIV di Kalimantan Tengah ini. Persamaan persepsi dan informasi data kasus menjadi salahsatu tolak ukur dalam mengontrol serta rencana program selanjutnya. Perkumpulan Keluarga Besar Indonesia (PKBI) cabang Kota Palangkaraya menyelenggarakan pertemuan koordinasi dengan beberapa penyelenggara fasilitas Kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit) dan beberapa Lembaga Organisasi Masyarakat termasuk Harapan Taheta Foundation yang sekaligus sebagai fasilitator dalam pertemuan tersebut. Adapun salahsatu bahasan dalam pertemuan yaitu menyelaraskan dan capaian (target) program selama semester I tahun 2020 ini. Selain itu juga membahas beberapa kedala yang ada. Dari hasil pertemuan tersebut diharapkan adanya upaya bantuan dari beberapa lembaga termasuk fasilitas pelayanan kesehatan maupun dinas Kesehatan untuk membantu dalam pencapaian target di akhir tahun 2020 ini yang cukup jauh dari capaian. Target tersebut terkait penjangkauan dan pendampingan kepada kelompok berisiko seperti Men Sex Men maupun kelompok ODHA yang masih belum mau mengakses layananan pemeriksaan/pengobatan. Salahsatu kendala karena masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap HIV ini sehingga adanya Stigma dan Diskriminasi bagi mereka. Diharapkan di tahun-tahun selanjutnya akan ada perubahan pemahaman masyarakat serta perubahan perilaku yang signifikan kelompok berisiko maupun ODHA untuk kita bersama-sama mencapai tujuan 3 Zero 2030 (No Stigma And Disrimination, No Death AIDS, and No new Infection)Tetap selalu Menjadi Habits kita untuk menjalankan Protokol Kesehatan.(gambar foto Keg. 30 Sept 2020).






Thursday, 22 October 2020

“Koordinasi Stakeholders terkait dan bersama para lembaga Penggiat HIV-AIDS”


Dalam menanggulangi penyebaran HIV yang meningkat serta kurangnya koordinasi kebersamaan dalam penaggulangan HIV-AIDS di Kota Palangkaraya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palangka Raya dalam situasi Pandemi Covid-19 ini menginisiasi pertemuan koordinasi Lintas Sektor pemerintah terkait dan beberapa Lembaga Organisasi Masyarakat termasuk Harapan Taheta Foundation. Adapun dalam pertemuan tersebut telah diketahui segala permasalahan dan solusi bersama dalam upaya penanggulangan penyeberan HIV yang semakin meningkat bahkan dalam situasi Pandemi ini. Salah satu permasalahan yang muncul dalam pertemuan tersebut yaitu terjadinya permasalahan di tingkat layanan kesehatan yang tidak dapat lagi menerima ODHA tanpa ada keluhan atau Infeksi Oportunistik (IO) untuk mendapatkan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rumah Sakit. Hal tersebut terkait dengan kebijakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan di Kota Palangka Raya. Maka dari itu dalam pertemuan tersebut akan mengangkat pertemuan teknis kembali dengan pengelola BPJS Kesehatan Kota Palangka Raya bersama DPRD Kota Palangka Raya dan beberapa lembaga maupun aktivis serta praktisi nantinya. Harapannya nanti akan ada kelonggaran yang mampu memberikan palayanan yang optimal bagi ODHA apapun keadaannya, karena mereka bagian seperti masyarakat biasa yang masih mampu produktif. (Foto keg: 17 Sep 2020)



Tuesday, 20 October 2020

“Approach” Pemuda/Remaja sebagai Kelompok rentan HIV

 

 


Beberapa waktu lalu Perkumpulan Keluarga Berancana Indonesia (PKBI) cabang Palangka Raya telah mengadakan pertemuan kepada kelompok rentan. Yayasan Harapan Taheta berkesempatan untuk memfasilitas pertemuan tersebut. Hal yang sangat penting sekali untuk disampaikan tekait edukasi HIV-AIDS memberikan gambaran pendekatan pengetahuan terkait SOGIEB (Sexual Orientation, Gender Identitiy, Expression & Bodily). Pertemuan ini di laksanakan di salahsatu caffe Kota Palangkaraya, yang dihadiri kurang lebih sekitar 30 orang serta dilakukan juga pemeriksaan Rapid Test HIV. (Foto Keg. 18 Sept 2020).